Jumat, 21 September 2012

FINAL ARSENAL DENGAN JUMLAH PENONTON TERBANYAK


TAHUKAH KAMU?

Dari semua final kompetisi yang diikuti Arsenal, final FA 1950 adalah final Arsenal yang paling banyak dihadiri penonton. Tercatat ada 127.000 penonton menyaksikan final FA 1950 antara Arsenal vs Liverpool (29 April 1950).

Jumlah penonton di final FA 1950 jauh lebih banyak dibandingkan final UCL 2006 antara Barcelona-Arsenal (79.500 orang) ataupun final UEFA Cup 2000 antara Arsenal-Ga...latasaray (38.919 orang).

Arsenal pun akhirnya menjadi juara FA musim 1950 setelah mengalahkan Liverpool 2-0

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/1949%E2%80%9350_FA_Cup

KETIKA ARSENAL AMAT MANDUL, NAMUN BISA DI 10 BESAR KLASEMEN AKHIR

TAHUKAH KAMU?

Tim yang amat mandul di Liga biasanya menjadi penghuni papan bawah, atau bahkan degradasi.

Tapi hal yang berbeda justru terjadi pada Arsenal di musim 1992-93. Di musim tersebut, Arsenal hanya membukukan 40 gol dari 42 pertandingan. Arsenal menjadi tim TERMANDUL KEDUA di Liga Inggris 92/93 ('kalah' satu gol dengan Nottingham Forest yang jadi juru kunci, 39 gol).

TAPI UNIKNYA, WALAUPUN JADI TIM TERMANDUL KEDUA DI LIGA INGGRIS 1992/93, ARSENAL JUSTRU BISA ANTENG DI POSISI 10 KLASEMEN AKHIR LIGA INGGRIS 1992/93 :D. Nottingham saja bisa degradasi, tapi Arsenal malah bisa berdiri di 10 besar :D.

Ternyata, hal ini disebabkan karena pertahanan Arsenal yang sangat kuat. Arsenal 'hanya' kebobolan 38 gol dari 42 pertandingan Liga Inggris 1992/93, merupakan pertahanan terkuat kedua saat itu ('kalah' dengan juara Liga Inggris 1992/93, MU yg hanya kebobolan 31 gol)

MANTAN PEMAIN ARSENAL YANG MENGIDAP PENYAKIT KRONIS DI USIA MUDA


Teman2 pasti pernah mendengar nama Eric Abidal, pemain Barcelona yang terkena tumor liver. Atau masih ada yang ingat Marc Vivien Foe? mantan pemain Kamerun yang meninggal karena sakit jantung (Henry sampai menangis mengenang Foe).

Beberapa pemain Arsenal pun ada yang mengidap penyakit kronis di usia muda. Tapi bukan berarti mereka... menyerah terhadap penyakitnya. Bahkan ada yang masih bertahan hidup hingga sekarang.
---------------------
1. DAVID ROCASTLE (1967-2001)
David "Rocky" Rocastle terlahir tanggal 2 Mei 1967 di Lewisham, London. Karir seniornya di Arsenal dimulai tahun 1984 sebagai gelandang. Bersama Arsenal, ia meraih 2 trofi Liga Inggris, 1 Piala Liga, dan 1 Charity Shield (dibagi). Pada tahun 1992, ia memutuskan hijrah dari Arsenal. Secara total, ia bermain di Arsenal sebanyak 277 kali dan mencetak 34 gol.

Pada Februari tahun 2001, Rocky divonis mengidap penyakit non-Hodgkin's lymphoma (sejenis penyakit kanker yang menyerang sistem kekebalan tubuh). Rocky menjalani kemoterapi agar bisa segera pulih. Namun Tuhan berkehendak lain. Ia meninggal di bulan berikutnya, tepatnya tanggal 31 Maret 2001.
------------------------
2. NWANKWO KANU
Jika melihat pada performanya di lapangan, kita takkan menyadari bahwa Kanu pernah divonis mengidap penyakit jantung. Ia dikenal sebagai pemain Nigeria yang berprestasi. Kanu terlahir di Owerri, Nigeria tanggal 1 Agustus 1976.

Pada tahun 1996, Kanu berjasa membawa Nigeria memenangkan medali emas Olimpiade 1996. Tapi tak lama setelah kejuaraan itu, Kanu harus menjalani operasi katup aorta (pembuluh nadi terbesar di jantung) dan ia harus absen bermain di klub hingga April 1997 (saat itu ia baru bergabung dengan Inter). Akhirnya operasi berjalan sukses. Namun karirnya di Inter tak sesukses di klub lamanya, Ajax. Akhirnya Kanu hijrah ke Arsenal tahun 1999 dan bermain bagi Arsenal hingga tahun 2004.

Secara total, Kanu bermain di Arsenal sebanyak 198 kali dan mencetak 44 gol. Ia berperan membawa Arsenal meraih 2 trofi EPL, 2 FA, dan 1 Community Shield (dulu namanya Charity Shield).

Kanu mendirikan organisasi Kanu Heart Foundation di tahun 2000.
------------------
3. JOHN HARTSON
John Hartson terlahir tanggal 5 April 1975 di Swansea, Wales. Beliau pindah dari Luton Town ke Arsenal pada tahun 1995 dan bermain bagi Arsenal hingga tahun 1997.

Penampilan Hartson di Arsenal memang tak banyak mengalami perkembangan. Secara total, ia bermain bagi Arsenal sebanyak 71 kali dan menvetak 17 gol. Karena kalah bersaing dengan striker2 seperti Ian Wright dan Nicolas Anelka, maka Hartson memutuskan hijrah ke West Ham tahun 1997. Sayangnya, di West Ham ada suatu momen buruk pada tahun 1998, di mana Hartson menendang wajah rekannya sesama pemain West Ham, Eyal Berkovic. Ia kemudian hengkang dari West Ham pada tahun 1999 dan bermain untuk beberapa klub hingga akhirnya pensiun tahun 2008.

Pada Juli tahun 2009, Hartson didiagnosa mengidap kanker testis. Bahkan kanker tersebut sudah menyebar hingga ke otak dan paru-parunya. Pada Desember 2009, ia berhasil melalui berbagai perawatan medis dan kanker tersebut sudah diberantas di tubuhnya, meskipun Hartson tetap harus menjalani pengobatan lebih lanjut.

PARTAI-PARTAI FINAL DRAMATIS ARSENAL


Teman2 tentu masih ingat final carling 2011 (27 Feb 2011), di mana Arsenal yang diunggulkan juara Piala Liga terpaksa merelakan trofi Carling ke tangan Birmingham karena kebobolan gol penentu kemenangan Birmingham di menit ke 89.

Namun selain partai final tersebut, ada lagi partai2 final dramatis lain yang melibatkan Arsenal.
------------------------------

1. Replay Final FA Cup 1992/93
(Arsenal 2-1 Sheffield Wednesday), tgl 20 Mei 1993

Partai final FA Cup ini merupakan satu2nya partai final Arsenal yang mengalami replay. Di pertandingan final Arsenal vs Sheffield Wednesday tanggal 15 Mei 1993, kedudukan berakhir 1-1 hingga extra time. Akibatnya, pertandingan replay harus dijalani, yaitu pada tanggal 20 Mei 1993. (Saat itu belum ada peraturan adu penalti).

Arsenal mencetak gol terlebih dahulu melalui Ian Wright di menit ke 34. Lalu Sheffield membalas dengan gol Chris Waddle di menit 68. Skor 1-1 bertahan hingga menit ke 90 sehingga harus melalui extra time. Hingga menit ke 118, gol tambahan belum terjadi. Namun akhirnya Andy Linighan memberikan kemenangan bagi Arsenal dengan mencetak gol di menit ke 119, menjelang peluit dibunyikan.
----------------------------
2. Final Fa Cup 1978/79
(Arsenal 3-2 MU), tgl 12 Mei 1979

Partai final FA Cup ini dikenal dengan sebutan "Five minute Final". Mengapa disebut "Five Minute Final"? Karena terjadi kejar2an gol dalam 5 menit sebelum pertandingan usai.

Arsenal unggul terlebih dahulu di menit ke-12 oleh gol Brian Talbot. Frank Stappleton menambah keunggulan Arsenal menjadi 2-0 di menit ke-43.

MU tertinggal 2-0 hingga menit ke-85. Namun tak disangka Gordon Mc.Queen mencetak gol bagi MU di menit ke-86, lalu disusul gol Sammy Mcllroy di menit ke 88 sehingga kedudukan menjadi 2-2. Fans MU bersorak melihat kebangkitan timnya. Namun akhirnya suporter Arsenal kembali bersorak setelah Alan Sunderland mencetak gol hanya semenit setelah kebobolan, yaitu gol di menit ke-89, sehingga Arsenal menang 3-2.
---------------
3. Final Winners' Cup 1994/95
(Arsenal 1-2 Real Zaragoza), tgl 10 Mei 1995

Ini merupakan final Winners' Cup yang amat dramatis bagi Arsenal. Arsenal lebih diunggulkan menjadi juara karena sebelumnya meraih Winners' Cup 1993/94.

Arsenal terlebih dahulu kebobolan oleh gol Juan Esnaider di menit ke 68. Arsenal menyamakan kedudukan melalui gol John Hartson di menit ke 77. Kedudukan 1-1 bertahan hingga menit ke 90 sehingga harus diadakan babak extra time. Hingga menit ke 119, gol tambahan belum terjadi. Namun betapa terkejutnya Arsenal ketika mereka kebobolan oleh gol Nayim di menit ke 120, sesaat sebelum wasit meniup peluit. Arsenal pun harus puas menjadi runner up Winners' Cup 1994/95 dengankekalahan 1-2.
---------------
4. Matchday Terakhir Liga Inggris 1988/89
(Liverpool 0-2 Arsenal), tgl 26 Mei 1989

Inilah pertandingan dramatis yang menjadikan Arsenal juara Liga Inggris 1988/89. Liverpool sesungguhnya lebih diunggulkan karena mereka sudah unggul 3 poin di atas Arsenal. Kalaupun Liverpool kalah atas Arsenal, kekalahan 0-1 pun cukup membuat Liverpool menjadi juara.

Pertandingan dilaksanakan di Anfield, sehingga Liverpool lebih diunggulkan. Namun Alan Smith mencetak gol bagi Arsenal di menit ke 52. Sebenarnya peluang juara Liverpool masih terbuka walaupun kebobolan 1 gol. Namun tak disangka Michael Thomas menjebol gawang Liverpool di menit ke 92, sehingga Arsenal menang 0-2. Arsenal pun menjadi juara Liga Inggris 1988/89. Dari statistik klasemen, Arsenal dan Liverpool mengumpulkan poin yang sama (76) dengan selisih gol yang sama (37). Namun Arsenal dinobatkan sebagai juara karena mencetak gol lebih banyak. Arsenal mencetak 73 gol dan kemasukan 36 gol. Sedangkan Liverpool mencetak 65 gol dan kemasukan 28 gol.

JIKA GOL DIKENAKAN TARIF

Herbert Chapman pernah mengambil keputusan yang salah dalam transfer pemain. Pemain tersebut sebenarnya bagus, tapi sayangnya, Chapman gegabah dalam soal transfer.

Pemain itu namanya Charlie Buchan. Charlie Buchan bergabung dengan Woolwich Arsenal tahun 1909-1910, lalu kemudian pindah Leyton. dari Leyton, Buchan pindah ke Sunderland dan bermain cemerlang di sana.

Karena kecemerlangan penampilannya, Herbert Chapman (Pelatih Arsenal saat itu) memutuskan untuk membawa kembali Charlie Buchan. Sunderland tak mau melepaskan Buchan karena Buchan adalah pemain andalan mereka.

Sunderland meminta harga 4.000 pounds dari Arsenal jika ingin memboyong Buchan. Herbert Chapman menawar Buchan seharga 2.000 pounds. Agar disetujui Sunderland, Chapman berjanji untuk membayar Sunderland 100 pounds/gol tiap kali Buchan mencetak gol bagi Arsenal (tarif berlaku untuk musim pertama Buchan di Arsenal).

Charlie Buchan kembali ke Arsenal tahun 1925. Chapman tidak menyangka bahwa Buchan mencetak21 gol bagi Arsenal di musim pertamanya.

Akibatnya, Arsenal harus membayar total biaya transfer Buchan sebesar 4.100 pounds (2.000 pounds untuk pembelian, 2100 pounds untuk 21 gol Buchan). Harga yang dibayar Arsenal 100 POUNDS LEBIH MAHAL dibandingkan harga yang diminta Sunderland pada mulanya (4.000 pounds).

Hari Ketika Ultras Bersatu


Minggu, 11 November 2007. Terjadi beberapa kerusuhan di Kota Roma.antara pendukung Lazio dan ultras Juventus. Di sebuah SPBU di Badia al Pino di Arezzo polisi berusaha membubarkan sebuah bentrokan. Gabriele Sandri, seorang DJ yang pendukung Lazio berada di tempat dan waktu yang salah, duduk di dalam mobilnya di sekitar tempat itu. Sebuah peluru yang dilepaskan seorang personel polisi kota Roma bernama Luigi Spaccarotella menembus leher Sandri. Sandri menghembuskan nafas terakhirnya.

Kerusuhan merebak di seantero Italia, ultras dari semua klub di Italia memprotes brutalisme polisi tersebut. Mereka, saat itu, tidak lagi mengidentifikasikan diri mereka dengan klub yang didukungnya, tetapi mereka sebagai keluarga besar ultras merasa terzalimi.

Pemakaman Sandri diadakan Rabu, 14 November 2007, diawali misa di gereja setempat. Ribuan ultras dari berbagai klub di Italia, hari itu datang memberikan penghormatan terakhirnya kepada Sandri. Ultras dari semua klub di Italia berbaur, melupakan sementara semua rivalitas. Di hari Rabu itu semua ultra Italia bersatu.

Di bawah ini adalah sebuah catatan harian seorang remaja pendukung AS Roma, klub sekota dan rival abadi Lazio, yang menuliskan pengalamannya menghadiri upacara penghormatan bagi Sandri:


“Pemakaman Gabriele Sandri akan dilakukan hari ini di gereja paroki tempat dia menerima Sakramen Pemandian, beberapa tahun yang lalu. Gereja ini terletak di Piazza Baldunia, tak jauh dari rumah dan toko keluarganya, yang dikelola Sandri. Saya memutuskan untuk menghadirinya. Sebagian untuk menunjukkan rasa hormat saya padanya, sebagian lagi karena kejadian ini membuat saya marah. Sisanya karena rasa keinginan tahu saya.”

“Saya naik bus nomor 913 dari halte Metro di Lepanto. Seorang pria berusia empatpuluhan dan membawa payung yang terlipat naik ke bus sebelum saya, sambil mengamati peta kecil yang kelihatannya dicetak dari internet. Saya mengintip dari balik bahunya, ternyata peta itu menunjukkan rute ke arah gereja. Saya sendiri tidak membawa peta, walaupun saya belum pernah bepergian ke bagian barat daya kota Roma, karena mengira cukup mudah untuk menemukan lokasinya.”

“Bus sangat penuh. Sekitar setengah lusinan remaja dengan topi dan syal AS Roma tertawa riang dan bercanda di bagian belakang bus. Dua gadis mungil berambut pirang berusia sekitar 20 tahun berdiri dalam keheningan. Mereka mengenakan jaket hitam dengan logo birulangit dan putih Lazio serta emblem bendera Italia di lengannya. Kata “Irriducibili” tercetak di bagian depan. Di setiap halte makin banyak orang dengan syal Lazio naik dan membuat bus makin penuh saja. Seorang pria paruh baya bertanya kepada mereka, apakah mereka kenal dengan Gabriele Sandri. Mereka menjawab tidak, tetapi mereka tahu nama pembunuhnya. Pria itu hanya mengatakan bahwa keadaan akan tetap sama saja. Seorang perempuan berusia tigapuluhan bercelana ketat meneruskan bahwa kejadian ini menunjukkan bahwa kita tidak akan pernah bisa memercayai polisi.”

“Kami turun dari bus dan berjalan ke arah taman di depan gereja. Gerimis mulai turun. Waktu menunjukkan pukul 11.40 dan taman penuh sesak dipadati orang. Beberapa orang membentuk pagar betis di tangga menuju gereja, menahan kerumunan massa yang memenuhi empat penjuru taman. Sebagian besar massa adalah pemuda, tetapi jumlah perempuan dan lanjut usia pun cukup banyak. Media memperkirakan paling tidak 5.000 orang ada di sana saat itu.”

“Kelompok ultras dari seluruh Italia terwakili. Saya melihat kelompok dari Juventus, Taranto, Avellino, Milan Varese, Genoa, Cremonese dan Livorno serta banyak kelompok lain yang tidak saya kenali syalnya, dari klub mana. Saya menyeruak kerumunan orang hingga mencapai pagar di mana terdapat tumpukan tinggi bunga dan syal dari berbagai klub, dilatarbelakangi tilisan KEADILAN BAGI SANDRI. Di antara syal Lazio saya melihat syal AS Roma, Udinese, Palermo, Messina dan banyak lagi. Karangan bunga tidak hanya berasal dari teman-teman Sandri dan pendukung Lazio, tetapi juga dari Antonello Venditti, pimpinan ultras AS Roma. Juga dari petinggi ultras Napoli, Sampdoria dan Torino. Bahkan saya juga melihat karangan bunga berwarna ungu-hitam dari Fossa dei Leoni, yang telah bubar dua tahun silam.”

“Sementara di dalam gereja sudah penuh-sesak oleh keluarga, kerabat dan wakil pemerintah Italia. Ada Walter Veltroni dan Luciano Spaletti. Dan, Francesco Totti yang menangis ketika dia memeluk ibunda Sandri. Seluruh skuad tim Lazio dan tim-tim usia mudanya lengkap hadir di sana, termasuk pelatih Delio Rossi.”

“Kami yang berada di luar tentu saja tidak dapat melihat atau mendengar upacara di dalam gereja. Semuanya hening. Hanya sesekali terdengar tepuk tangan ketika tim Lazio dan keluarga mereka tiba. Saya berdiri di dekat para tokoh Irriducibili. Satu diantaranya memiliki tattoo di leher kanannya: ACAB (All Cops Are Bastards = Semua Polisi Anak Haram). Saya berpindah tempat, sementara hujan makin deras. Tepukan tangan berhenti ketika pemain Lazio terakhir masuk gereja. Kami berdiri dalam keheningan. Di depan saya ada seorang perempuan berusia limapuluhan, seorang diri, memakai syal Lazio sambil meremas-remas saputangan di tangannya.”

“Orang-orang di belakang saya berbincang perlahan dengan bahasa Italia yang bukan beraksen Roma. Pimpinan Banda Noantri tiba dan berdiskusi sejenak dengan pimpinan Irriducibili. Ketua mereka dipenuhi tattoo bergambar salib, simbol-simbol fasisme dan simbol Lazio. Waktu terus berjalan, makin banyak orang berdatangan. Saya berusaha mengabaikan bahwa mantel saya yang tidak tahan air sebentar lagi akan tak berguna.”

“Lewat pukul 13.00 misa berakhir dan terdengar gemuruh tepuk tangan ketika peti jenazah Sandri diusung keluar. Ultras dari berbagai klub kompak meneriakkan “Gabriele uno di noi” atau “Gabriele, kamu bagian dari kami.” Sebagian massa mulai menyanyikan sebuah lagu. Awalnya tak bergitu jelas, tetapi akhirnya ternyata itu lagi “Vola Lazio Vola”. Sebelumnya saya hanya mendengar sayup-sayup lagu itu ketika berada di Curva Sud dan tenggelam dalam sorakan giallorossi di sekitar saya.”

“Fans Lazio di seberang taman mulai bernyanyi dengan suara keras, dan perempuan tua di depan saya tadi, ikut bernyanyi dengan suara bergetar. Saputangannya kini telah benar-benar lusuh. Hujan bertambah deras, perempuan di depan saya akhirnya tak kuat lagi menahan emosinya dan menangis terisak-isak di tengah demuruhnya nyanyian "Lazio sul prato verde vola, Lazio tu non sarai mai sola, Vola un'aquila nel cielo, piu in alto sempre volerà". Untunglah saya membawa tissue, karena saya juga mulai menangis.”


“Usai bernyanyi, terdengar beberapa yel "Gabriele sempre con noi" lagi. Beberapa orang sempat melantunkan nyanyian anti-polisi tetapi segera dicegah temannya. Diawali beberapa orang, akhirnya kami semua menyanyikan lagu kebangsaan Italia. Para pimpinan Irriducibili dan Banda Noantri tegap memberikan hormat ala Romawi dengan tangan kanan terangkat ketika peti jenazah Sandri melewati mereka, tanpa yel, tanpa slogan, hanya sebuah penghormatan.”

“Massa mulai mencair dan meninggalkan tempat di bawah lebatnya hujan. Para pemain Lazio menaiki bus tepat di depan saya dengan hening, dan duduk di dalamnya. Mereka menghapus uap air dari jendela dan memandangi kami dengan pandangan kosong. Pemain Lazio Mundingayi bahkan menempelkan wajahnya di jendela bus. Kami memandang mereka kembali. Seorang anak kecil melambai kepada mereka dan bertepuk tangan. Massa meninggalkan tempat sama heningnya dengan saat mereka datang. Pulang ke rumah masing-masing. Sekitar seribu orang ultras Lazio menuju Olimpico, berkumpul di bawah Curva Nord dan menyanyikan lagu-lagu Lazio.”

“Mentalitas ultras memang beragam. Sebagian baik, sebagian buruk. Tetapi hari ini saya belajar tentang suatu hal. Hari ini mereka berdatangan dari berbagai kota: Milan, Torino, Udinese,Napoli, Taronto, Palermo; dengan biaya mereka sendiri, berdiri dua jam di bawah derasnya hujan, untuk datang memberikan penghormatan terakhir kepada seorang yang tidak mereka kenal. Mereka bertepuk tangan untuk keluarga dan kerabat yang berduka, menyanyikan sebuah nama yang bahkan tidak dikenalnya seminggu yang lalu. Dan mereka membubarkan diri dalam damai. Anda mungkin menganggap perbuatan mereka ini tidak masuk akal, tetapi masihkah Anda menganggap bahwa semua ultras itu  identik dengan kekerasan?”


Pengadilan memutuskan Luigi Spaccarotella bersalah dan menghukumnya 6 tahun penjara. Ketika Spaccarotella naik banding, pengadilan Italia justru menambah hukumannya menjadi 9 tahun 4 bulan, karena menemukan adanya unsur kesengajaan.

Sandri telah tiada di usianya yang belia. Tetapi Sandri adalah monumen ultras di Italia, tidak hanya bagi Lazio. Curva Nord Olimpico kini bernama Curva Nord Gabriele Sandri dan sebuah bangku dengan foto Sandri sengaja dibuat di sana. Selalu dikosongkan sebagai penghormatan terhadap dirinya. Karena Sandri akan selalu berada di hati semua ultras di Italia. Sebuah yayasan bernama Fondazione Gabriele Sandri didirikan dan tetap beraktivitas hingga hari ini.

http://galuhtrianingsihlazuardi.blogspot.com/2012/09/hari-ketika-ultras-bersatu.html?spref=fb

Selasa, 11 September 2012

Twitteran Via Gadget Mewah iPad, iPhone, Blackberry, dll


Selain applikasi twitter BB, saya juga ada aplikasiTwitter merupakan salah satu fasilitas microblogging yang saat ini tengah digandrungi oleh masyarakat khususnya Indonesia. Dimulai dari artis-artis terkenal sampai artis yang baru mengibarkan karirnya, lebih banyak aktif di twitter. Perusahaan yang ingin memberikan update lebih cepat dengan konsumen pun menggunakan twitter sebagai sarana mereka.

Karena dengan mudahnya kita dapat mengupdate informasi bagi followers yang dibatasi 140 karakter, tiap harinya kita sudah banyak “ngetweet” tanpa kita sadari. Berbagai informasi yang kita dapat detik itu juga kita informasikan melalui twitter.

Pada saat ngetweet biasanya dibawah text akan terlihat via [gadget yang dipakai]. Ada via web, tweetdeck (ini jelas lewat komputer); via twitter for blackberry, UberSocial, SocialScope, Seesmic for Blackbery (lewat gadget blackberry), via twitter for iphone, twitter for android, twitter for iPad dan lain sebagainya. Tapi gimana ya kalau kita pengen ngetweet via gadget-gadget tersebut tapi kita sendiri modal HP+pulsa aja?

Solusinya adalah kita gunakan saja twitter client yang bisa dipakai via apa aja :p 

Seperti yang pernah saya coba yaitu http://twit.manta.bz. Di sana terdapat twitter via yang sering dipakai orang-orang yaitu ubertwitter, Twitter for Blackberry, Twitter for Android, Esia, Twitter for StrawBerry, Twitter for iPad, Wangsit, Twitter for iPhone, Blackberry Playbook, Twitter for Nexian, Freedom Tweets, Ubersocial, Echofon, Twitterfeed, dan SocialScope. Banyak bukan?

Setelah masuk pada pilihan via, kita tinggal pilih via apa saja yang kita mau. Selanjutnya login dengan menggunakan ID twitter. Kemudian siap untuk ngetweet. Tampilannya seperti Dabr  Tersedia pula fasilitas autotext dan tweet extender buat yang suka ngetweet lewat dari 140 karakter.

Mudah bukan?  Barangkali yang ingin merasakan via gadget mewah, tidak ada salahnya untuk mencoba ini 

PS: jangan lupa follow twitter saya ya :p @eko32prasetyo (numpang promosi)